Why

Why

Tidak semua orang membeli produk yang kita jual. Ada berbagai macam alasan tentunya. Lalu, apa saja alasan orang tidak membeli dari kita dan cara menyiasatinya?

Pertama, orang tidak membeli di kita karena tidak membutuhkan, tidak menginginkan produk kita, serta memang tidak mempunyai uang.

Jika kita menemui tipe calon pembeli yang seperti ini, maka cara menyiasatinya adalah dengan menghapusnya dari daftar calon pembeli kita, karena mereka bukan target market kita.

Ke dua, orang menginginkan atau membutuhkan produk kita, tapi tidak memiliki uang untuk membelinya.

Menyiasati tipe seperti ini tergantung dari seberapa banyak sumber daya kita. Jika Anda cukup waktu, Anda bisa memudahkan mereka dengan memberikan kemudahan pembayaran ,dengan sistem angsuran, atau membeli dalam jumlah yang lebih kecil.

Tapi, ini perlu dipikirkan kembali. Karena sebenarnya Anda bisa mengoptimalkan keluangan waktu untuk mencari pembeli yang lebih potensial.

Ke tiga, orang mempunyai uang, tetapi tidak membutuhkan produk atau jasa yang kita tawarkan.

Menyiasati tipe ke tiga ini, Anda perlu bertanya detail kepadanya. Misal, yang dimaksud “tidak butuh” itu seperti apa? Apakah hanya saat ini saja? Atau sebenarnya belum merasa butuh?

Jika hanya untuk sekarang, tanyakan kapan kira-kira dia membutuhkannya. Jika belum merasa butuh, maka tugas Anda untuk meyakinkannya dengan menggali kebutuhannya, dan mengedukasinya sehingga mereka menjadi sadar bahwa dia membutuhkan produk atau jasa Anda.

Jika memang tidak butuh, maka dia pun bukan termasuk prospek Anda. Anda bisa mencari yang lain, dan Anda pun boleh menanyakan padanya, adakah orang yang dikenal yang sekiranya membutuhkan produk Anda.

Ke empat, orang tidak membeli karena manfaatnya dipersepsi kurang, walaupun sebenarnya mereka memiliki uang untuk membelinya.

Cara menyiasatinya ialah dengan melakukan klarifikasi, apa yang dimaksud “manfaat yang dipersepsi kurang”?. Jika itu kesalahpahaman, segera atasi. Jabarkan fakta, dukung dengan bukti yang relevan, ceritakan testimoni,agar ia percaya dan membeli.

Persepsi itu tentang emosi. Maka sampaikanlah secara persuasif dan sugestif. Tanpa hasrat ingin closing, karena tujuan kita ialah tulus membantu.

Alasan ke lima, orang tidak percaya penawaran kita, meskipun mereka memiliki uang dan membutuhkan produk kita.

Sebelum menyiasatinya, Anda perlu mawas diri. Coba tanyakan kepada diri Anda, “Mengapa ia tidak percaya penawaran saya, adakah hal-hal yang membuat dia curiga, hati-hati, atau apa? Lihatlah dari sudut pandang mereka.

Jika benar ada yang kurang tepat, segera atasi dengan meminta maaf atas ketidaknyamanannya.

Tapi jika Anda yakin ga ada persoalan, Anda bisa memberikan pertanyaan terbuka semacam “Kalau boleh tau, apa tanggapan Anda mengenai penawaran saya?”

Jika ada keberatan, atasi segera, supaya mereka muncul kepercayaan dan kemudian mau membeli.

Itulah kelima alasan kenapa orang tidak mau membeli produk atau jasa kita. Alangkah baiknya kita fokus pada tipe ke empat dan ke lima.

Kesuksesan penjualan bayak ditentukan oleh pemilihan target market yang tepat, yakni bukan hanya mau, butuh, dan mampu membeli, tapi juga merupakan pengambil keputusan untuk membeli. Want, need, and authority.

#Hypnoselling
#Hypnowriting

Apa tanggapan mu mengenai artikel ini?